Nov
15

Kurangi Resiko Kanker Paru

Kanker paru bisa dicegah dengan mengendalikan faktor risiko. Salah satunya dengan menerapkan pola hidup sehat, termasuk menghindari rokok.

Meski memang, ada faktor risiko kanker paru yang tidak bisa dikontrol, di antaranya usia dan riwayat kanker pada keluarga. Demikian disampaikan dr Elisna Syahruddin, PhD, SpP(K) dari RSUP Persahabatan.

“Faktor risiko yang paling bisa dikendalikan itu rokok. Sayangnya, jumlah perokok Indonesia meningkat. Kalau belum merokok, jangan merokok. Kalau sudah merokok, berhenti merokok. Nggak usah pake metode macam-macam, yang penting niat,” kata dr Elisna dalam seminar edukasi ‘Lung Cancer Awareness’ di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok, Senin (14/11/2016).

“Nggak ada orang mati karena berhenti merokok. Kalau orang mati karena rokok, banyak,” tambah dr Elisna.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan jumlah perokok di Indonesia meningkat dari 65,6 persen di tahun 2010 menjadi 65,9 persen di tahun 2013. Ditambahkan dr Elisna, dalam asap rokok terkandung lebih dari 40 zat karsinogen.

Lalu, aliran asap rokok menyebabkan iritasi pada saluran napas. Soal pengendalian faktor risiko, dr Elisna mengingatkan jangan lupa untuk menerapkan pola hidup sehat yakni lakukan aktivitas fisik dan atur pola makan untuk hindari obesitas, cukup tidur dan kelola stres.

dr Elisna menambahkan, faktor risiko lain yang dapat dikontrol yaitu hindari paparan asap rokok, polusi, dan jika memiliki penyakit paru kronik, maka rutinlah kontrol ke dokter. Sebab, diungkapkan dr Elisna sebagian kecil kasus TB (tuberkulosis), bisa berkembang menjadi kanker, terlebih jika tidak ditangani dengan benar.

“Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) juga berkaitan. Jadi kalau ada TB, PPOK, rajin rutin kontrol ke dokter ya,” pesan dr Elisna.

sumber: detikHealth

 

RS MOJOSONGO MURAH CEPAT AMAN

Nov
10

Kanker Itu Tidak Datang Tiba-tiba, Sangat Dipengaruhi Gaya Hidup

Masih malas olahraga, sering makan tidak teratur dan merokok? Hati-hati, dokter ungkap risiko kanker sangat dipengaruhi oleh gaya hidup lho.
Seperti disampaikan oleh Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof Dr Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP, bahwa genetik memengaruhi risiko kanker hanya 5-10 persen. Sementara sisanya yakni sekitar 90-95 persen lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
Faktor lingkungan ini sendiri termasuk gaya hidup seperti diet, olahraga dan kebiasaan lain, termasuk di antaranya konsumsi alkohol dan merokok.

“Lingkungan itu sebagian besar pengaruhnya, sementara sebagian kecilnya baru keturunan,” tutur Prof Aru di sela-sela acara program pelatihan deteksi dini kanker serviks pada tenaga kesehatan yang diadakan oleh Garuda Indonesia dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.
Prof Aru menyampaikan bahwa kurang olahraga dan makan berlebihan memegang peranan penting. Kedua hal ini memicu kegemukan dan berat badan berlebihan. Sementara itu, kegemukan bisa menjadi faktor risiko penyakit seperti kanker payudara.

Selain itu, pola makan yang tidak sehat seperti jadwalnya tak teratur serta memilih lebih banyak makanan tinggi lemak juga memengaruhi kondisi pencernaan. Kebiasaan ini membuat asam empedu menjadi tinggi, proses pembuangan feses menjadi lambat, jaringan tumbuh tak terkontrol, hingga berujung pada risiko kanker usus besar.

“Ingat ya, kanker itu tidak muncul begitu saja, ini sangat dipengaruhi oleh gaya hidup kita,” pesan Prof Aru.

Oleh sebab itu, Prof Aru menganjurkan Anda untuk memerhatikan gaya hidup, termasuk pola makan. Pilihlah kebiasaan makan yang baik dan tak ekstrem. Yang terpenting, cukupi kebutuhan kalori, serta hindari berlebihan mengonsumsi gula, garam dan lemak.

“Sayur dan buah dianjurkan konsumsi empat kali sehari. Daging merah boleh tapi jangan sering-sering ya, paling tidak dua kali seminggu. Yang lainnya pilih daging ayam atau ikan saja,” sambungnya.

 

 

 

SUMBER: detik.com

Oct
14

LOWONGAN KERJA RUMAH SAKIT / KLINIK SOLO

Solopos, Kamis, 13 Oktober 2016

Sep
23

Gemuk Turunan Mungkinkan Kurus???

4da26-poin-15Penelitian telah membuktikan bahwa risiko kegemukan dipengaruhi oleh gen. Namun dalam upaya menurunkan berat badan, gen tersebut sama sekali bukan halangan.
Ini terbukti dalam sebuah penelitian ilmiah yang terbit di British Medical Journal. Tidak ada kaitan antara gen obesitas dengan kemampuan untuk menurunkan berat badan. Demikian kesimpulan dari penelitian tersebut, seperti dikutip dari NYdailynews, Kamis (22/9/2016).
Gen gemuk atau gen obesitas yang dimaksud adalah FTO, yang bisa memberikan ekstra 3 kg pada berat badan pemilik gen tersebut. Pemilik gen FTO juga memiliki risiko 70 persen lebih besar untuk mengalami obesitas, yakni kegemukan parah yang ditandai dengan indeks massa tubuh di atas 30 kg/m2.
Namun ketika seseorang ingin menurunkan berat badan dan kemudian gagal, maka bisa dipastikan bahwa kesalahan tidak berada pada gen FTO. Hasil pengamatan pada 10.000 orang memnunjukkan, pemilik gen ini masih bisa menurunkan berat badan sama mudahnya dengan orang-orang tanpa gen FTO.
“Ini berita penting bagi orang yang ingin menurunkan berat badan karena ini berarti diet, aktivitas fisik, maupun program penurunan berat badan berbasis obat, akan bekerja sama baiknya pada orang dengan gen FTO,” kata Prof John Mathers dari Newcastle University yang melakukan penelitian ini, dikutip dari Sciencedaily.
Saat ini diperkirakan ada sekitar 2,1 miliar orang dewasa di seluruh dunia yang mengalami kegemukan maupun obesitas. Orang-orang dengan masalah tersebut rentan mengalami berbagai penyakit kronis yang mematikan, seperti diabetes maupun masalah jantung.

Disadur dari detik.health.com

Sep
06

Makan Ubi jadi Sering Kentut?

 

index ubi jalarKetika makan ubi, baik ubi putih, kuning, dan ungu, salah satu hal yang dikhawatirkan seseorang adalah jika dirinya jadi sering kentut. Memang, hal itu terjadi secara alami dan efeknya tak melulu dialami setiap orang. Seperti penuturan pakar Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor Prof Dr Ir Purwiyatno MSc, sering kentut setelah makan ubi terjadi karena memang karakter pati dari ubi sulit untuk dicerna. Sehingga, di dalam usus akan tumbuh bakteri yang memicu gas hingga terjadi flatulensi (kentut). “Hal ini memang termasuk pendapat umum, sebetulnya nggak selalu makan ubi itu menyebabkan kentut. Pertama, kondisi orang masing-masing beda. Dan di Indonesia sendiri, ada juga beberapa varietas ubi yang jika dikonsumsi nggak menyebabkan masalah itu,” terang Prof Pur dalam Temu Media di Penang Bistro, Pakubuwono, Jakarta Selatan, Senin (5/9/2016).Pada orang yang sensitif, efek sering kentut bisa diminimalkan dengan proses pemasakan ubi. Misalnya direbus, dikukus, bahkan digoreng.

Sebab, dalam kondisi matang pati ubi akan terglutenisasi sehingga lebih mudah dicerna. Kandungan pati baik pada ubi putih, kuning, dan ungu pun dikatakan Prof Pur sama saja. Secara teori, lanjut Prof Pur, semakin lama dimasak maka pati dalam ubi terglutenisasi. Seperti diketahui, penurunan zat gizi tetap terjadi ketika ubi diolah. Sehingga, disarankan untuk mengolah ubi dengan direbus atau dikukus karena pengurangan zat gizi yang terjadi sekitar 30 persen. Proporsinya berbeda ketika ubi digoreng atau dipanggang yang bisa mengalami penuruan zat gizi 40 dan 60 persen. Dalam menyimpan ubi, Prof Pur menyarankan taruh ubi di suhu ruang dan tempat terang. Sebab, kondisi gelap akan menyebabkan tunas tumbuh di ubi. Jika sempat, sesekali jemur ubi karena bisa membuat ubi mengalami proses pengeringan hingga kandungan airnya berkurang, gula meningkat sehingga rasanya lebih manis, dan teksturnya berbeda.”Kalau disimpan begitu bisa tahan sampai satu minggu. Kalau tumbuh tunas, potong saja tunasnya terus sisanya diolah. Kecuali sampai warnanya berubah drastis kemudian baunya busuk ya buang saja, tidak bisa dipakai lagi itu ubinya,” kata Prof Pur.

 

Sumber: detik Health

Sep
01

Mengatasi Rasa Tak Nyaman Pada Lambung

sakit perut

Saat mag kambuh dan asam lambung terasa menjalar naik hingga ke kerongkongan, tentu rasanya sangat tak nyaman. Nah, agar tak kambuhan dan semakin parah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pasien. Apa saja?

Disampaikan oleh dr Errawan R. Wiradisuria, SpB(K)BD dari Rumah Sakit Mayapada, Lebak Bulus, bahwa perut kembung dan asam lambung yang terasa naik hingga menimbulkan rasa nyeri di dada merupakan gejala awal GERD atau Gastro Esophagial Reflux Disease. Jika Anda curiga memiliki kondisi ini, sebaiknya hindari mengonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung gas.

“Hindari juga terlalu banyak konsumsi makanan asam dan pedas. Perbanyak sayuran dan minum air putih jangan lupa,” ujar dr Errawan di sela-sela live chat ‘Usus Buntu dan Masalah Pencernaan’ yang digelar di Kantor detikcom, Jl Warung Jati Barat, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2016).

Untuk memastikan apakah benar Anda mengalami GERD, dr Errawan menganjurkan untuk segera berkonsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam untuk diperiksa USG.

Bagaimana pengobatan pertama jika mengalami kekambuhan GERD? Menurut dr Etra Ariadno SpPD, untuk mengatasi GERD, hal pertama yang dilakukan ialah menetralkan kandungan asam di lambung. “Kalau masih belum terlalu sakit coba makan nasi, nasi kan nggak asam. Lalu kalau masih sakit, bisa diberikan obat-obatan untuk memompa lambung,” ucap dr Etra yang berpraktik di RSAL Dr Mintohardjo

Selain itu, hindarilah mengonsumsi makanan asam pada saat perut masih kosong. Makanan yang dicap asam oleh indra pengecap, artinya asam juga bagi lambung. Beberapa jenis kopi dan buah tertentu memiliki kadar asam yang tinggi, sehingga hati-hati saat mengonsumsinya. Hindari makanan atau tersebut sebelum makan utama.

 

sumber: detik.com

Aug
17

Biasakan Senyum Supaya Panjang Umur

Senyum bukan hanya pemanis wajah. Studi membuktikan memperbanyak senyum bisa membuat seseorang lebih panjang umur dan memiliki hidup yang lebih nyaman.

Dr Suzy Green, pakar psikologi dari University of Sydney, melakukan penelitian untuk melihat efek senyum yang tulus terhadap kualitas hidup seseorang. Partisipan diminta untuk berfoto sambil senyum dan dinilai skor ketulusan senyumnya.a3349c8e1a0e1c16db6eec905f43d871_imresized

Setelah 30 tahun, ditemukan bahwa orang-orang yang difoto dengan senyum tulus memiliki kehidupan yang lebih baik, kualitas hidup optimal dan memiliki umur yang lebih panjang. Menurut Dr Green, hal ini ada hubungannya dengan kondisi mental dan bagaimana seseorang memandang kehidupan.

Baca juga: Mengapa Seseorang Bisa Tertawa Saat Melihat Orang Lain Jatuh?

“Mereka yang dengan mudah mengeluarkan senyum tulus memiliki sikap yang lebih positif terhadap kehidupan. Hal ini membuat mereka lebih jarang stres dan berisiko kecil mengalami depresi, dua hal yang kita ketahui bersama merupakan pangkal dari penyakit di zaman modern,” tutur Dr Green, dikutip dari ABC Australia.

Pakar emosi dan mental, Prof Barbara Fredrickson, membenarkan hal tersebut. Namun ia mengingatkan bahwa hanya senyum tulus yang dapat memberikan manfaat besar, bukan senyum terpaksa atau yang terlalu dibuat-buat.

Penelitian telah menunjukkan bahwa senyum yang nyata hanya dapat dibawa oleh emosi positif yang nyata juga. Jadi dengan senyum yang terpaksa bisa dikatakan Anda juga telah memaksakan otot di sekitar mulut untuk tersenyum dan hal ini hampir tidak memberikan manfaat apapun.

Dr Green juga menyebut senyum merupakan salah satu bentuk dialectical behaviour therapy (DBT) bagi pasien yang mengalami gangguan psikologis. Terapi ini meminta pasien untuk tersenyum, sekecil apapun, ketika terbangun di pagi hari.

Tindakan sederhana ini ternyata memiliki efek besar. Pasien yang menjalani terapi senyum diketahui memiliki kontrol diri yang lebih baik dan terhindar dari emosi-emosi negatif yang bisa memengaruhi proses pengambilan keputusan.

Sumber: http://health.detik.com

RS MOJOSONGO GROUP MURAH CEPAT AMAN

Jul
03

Memilih Obat Kumur Tanpa Alkohol

a3349c8e1a0e1c16db6eec905f43d871_imresized

Menjaga kesehat gigi dan mulut memang sangat penting dilakukan setiap hari. Guna untuk menjaga gigi dan mulut terhindar dari penyakit – penyakit yang dapat merusak gigi dan mulut. Namun untuk menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut tidak cukup hanya dengan menyikat gigi saja, obat kumur jadi penyempurna perawatan sehari-hari. Beberapa kondisi yang disarankan agar menggunakan obat kumur yaitu ; sariawan, karang gigi,dan adanya radang.
Dalam memilih obat kumur yang dijual bebas terbatas memang tidak bisa dilakukan dengan mengujinya lebih dahulu. Karena itu, kalau anda tidak mengalami gangguan tertentu pada rongga mulut, sebaiknya pilih obat kumur dengan kandungan Tanpa Alkohol, Chlorhexidine, Fluoride, Antiplaque, Deodorizing dan Oxidizing, Agents, Oxygenating Agents, Astringents.

Sudah bukan rahasia lagi jika beberapa produk obat kumur atau mouthwash menyertakan alkohol kedalam komposisi produknya. Tentunya bukan tanpa alasan. Kandungan alkohol yang disertakan kedalam produk mouthwash sejatinya diyakini merupakan pembantu komposisi produk lainnya yang terkandung dalam produk obat kumur tersebut, seperti menthol, eucalyptol dan thymol, untuk meresap lebih baik kedalam lapisan gigi. Walau pun ada manfaatnya, tentunya ada juga kekurangannya. Alkohol yang terkandung di dalam produk mouthwash dapat menyebabkan produksi saliva atau air liur terhenti sementara, sehingga mulut terasa kering setelah kita berkumur menggunakan produk mouthwash ber-alkohol tersebut.

Apa efek dari terhentinya produksi air liur di dalam mulut?

Air liur atau saliva diproduksi secara otomatis oleh tubuh tentunya dengan memiliki manfaat, salah satu manfaat dari air liur adalah berfungsi sebagai pengontrol perkembangbiakan bakteri di dalam mulut, sehingga saat saliva mengering atau terhenti produksinya, pada saat itulah pertumbuhan bakteri sangat mungkin untuk meningkat, dan bakteri-bakteri tersebut lah yang menjadi penyebab masalah bau mulut.

Berikut merek dan Kandungan Obat kumur yang bisa di gunakan sehari-hari.

ALPHADINE

Komposisi :
Povidone-iodine.

Indikasi :
Antiseptikdandesinfektanpadaronggamulutdantenggorokan.
Pencegahaninfeksi setelah pencabutan gigiataupembedahanmulut.
Sariawan.

KIN

Komposisi :mouthwash mengandung chlorhexidine 0,12% dan Natrium Fluoride 0,05%.
Chlorhexidine sebagai bahan utama mencegah pertumbuhan mikroorganisme dan bakteri plak, sehingga meningkatkan fungsi jaringan gingiva. Chlorhexidine merupakan jenis antiseptik yang broad spektrum sehingga bisa membunuh bakteri gram positif, negatif, aerob dan anaerob, yeast serta fungi.

Pada pasien rawat ICU, chlorhexidine berfungsi untuk antiseptik di 3 reservoir VAP (Ventilator Associated Pneumonia) yaitu di oral, nasal dan mencegah bakteri dental plak.
Fluoride sebagai bahan sekunder KIN GINGIVAL membuat enamel gigi lebih resisten terhadap aksi pelarutan asam yang dihasilkan oleh plak, memblokir mekanisme terjadinya karies, dan secara bersamaan membuat gigi menjadi tidak terlalu sensitif.

Komposisi :
Chlorhexidine digluconate………………0,12 g
Sodium fluoride……………………………0,05 g
Sodium Saccharin………………………..0,06 g
Exipient s.q.f………………………………100 ml

FORINFEC OBAT KUMUR

Komposisi :
Iodin Povidon.
Indikasi :
Antiseptik lokal.

DACTYLEN KUMUR

Komposisi :
Alkohol 23,1 %, Eucalyptol 0,09 %, Mentol 0,04 %, Metil salisilat 0,05 %, Timol 0,06 %.
Indikasi :
Kebersihan mulut, stomatitis (radang rongga mulut), gingivitis (radang gusi), periodontitis (radang jaringan ikat penyangga akar gigi), faringitis (radang faring/tekak).

GARGLINCOOL & FRESH

Komposisi:
Active ingredients:
Chlorhexidine gluconate……… 0,04 % (w/v)
Sodium Chloride………………… 100 mg
Other ingredients:
Sodium bicarbonate, kollidone, acesulfame-K, menthol, honey liquid, sorbitol, peppermint oil, gliserin, sodium benzoate, perisa lime, brillian blue, tartrazine.

SANORINE

Komposisi :
hyaluronic acid……………..0,1 %

Zat Tambahan :
eucalyptol,methyl salicylate,thymol,menthol,sodium fluoride,sodium soccharin, sodium cydamate,sodium benzoate,eurocert green light,barley mint,sorbitol, alcohol 21,85%,purifed water.

Kegunaan :
mempercepat penyenbuhan sariawan,mencegah radang gusi dan pertumbuhan plak.

H. ALOCLAIR PLUS ORAL RINSE

Komposisi :
Aqua maltodextrin, propylene glycol, polyvinylpyrrolidone (PVP), aloe yera extract, potassium sorbate, sodium benzoate, hydroxyethylcellulose, PEG-40 hydrogenated castor oil, disodium edetate, benzalkonium chloride, aroma, saccharin sodium, sodium hyaluronate, glycyrrhetinic acid.

Indikasi :
Alloclair membantu dalam penatalaksanaan nyeri yang disebabkan oleh iritasi pada mulut: stomatitis aftosa, ulkus aftosa, lesi kecil, termasuk lesi traumatik yang disebabkan oleh kawat gigi dan gigi tiruan yang tidak sesuai. Juga diindikasikan untuk ulkus aftosa difus. Aloclair membentuk selaput pelindung yang melekat pada mukosa rongga mulut dan menghasilkan suatu barier mekanik terhadap daerah yang terkena.

Enkasari Lozenges

Komposisi
Tiap takaran untuk dewasa mengandung :

Sari daun Saga (arbrus Precatorius Folia) : 0,167 %.Setara dengan bubuk  daun kering

Sari Daun Sirih (Piper Betle Folia) : 1,00 %. Setara dengan daun segar

Sari Akar Kayu Manis (Liquiritiae Radix) : 0,044 %. Setara dengan bubuk akar kering

Mentholum : 0,022 %

Sariawan disebabkan oleh gangguan-gangguan pada alat-alat pencernaan. Obat asli Indonesia masih banyak yang belum diselidiki meskipun khasiatnya sudah banyak diketahui. Sebagai contoh dapat dikemukakan daun saga dan akar kayu manis.Kedua obat ini sudah lama digunakan oleh nenek moyang kita sebagai obat sariawan. Meskipun demikian  sampai sekarang  orang  masih bertanya-tanya zat-zat apa dan bagaimana bekerjanya zat-zat yang ada dalam kedua bahan ini.Akhir-akhir ini ternyata bahwa akar kayu manis misalnya, kecuali Glycyrrhizin terdapat suatu zat lain yang bekerja spasmolitik, zat mana masih harus ditentukan identitasnya. Zat ini ternyata efektif untuk menghilangkan gangguan-gangguan dalam lambung dan duodenum (usus dua belas jari).Daun sirih terkenal khasiatnya sebagai antiseptikum. Dalam obat sariawan ENKASARI, antiseptikum ini adalah untuk mencegah superinfeksi, yang mudah timbul pada radang-radang sariawan di mulut kalau dibiarkan tanpa pengobatan.Mentholum menyegarkan, menghilangkan bau dalam mulut serta meniadakan rasa nyeri yang disebabkan oleh radang sariawan. Maka kombinasi daun saga – akar kayu manis – daun sirih – mentholum dalam larutan optimum sangat baik untuk mengobati sariawan.

Jun
19

Pentingnya Makan Malam Bagi Pelaku Diet

Bagi pelaku diet yang ingin menurunkan berat badan, melewatkan makan malam hingga harus kelaparan saat malam hari adalah hal yang biasa dilakukan. padahal kenyataannya berat badan tetap saja stabil tidak kunjung turun seperti yang diharapkan.

menurut spesialis gizi klinik di Siloam Hospital, untuk tujuan mengurangi berat badan, tetap harus makan tiga kali sehari, makan pagi, makan siang, makan malam.

apabila tidak makan malam, maka tubuh akan memproses secara otomatis membuat metabolisme tubuh melambat, yang akibatnya pembakaran kalori juga tak segiat biasanya.

maka daripada itu agar diet dan kebutuhan tubuh akan makanan terpenuhi, perlu adanya masukan yang kaya serat dan protein semisal sayur dan buah. makan malam penting supaya tetap terjadi proses yang dinamakan basal metabolic rate jadi saat badan rileks dan istirahat tetap terjadi pembakaran kalori.

nasi-pecel-sego-pecel-sambel-pecel-pecel-madiun-sambel-pecel-madiun-sego-pecel-madiun-madiun-makanan-khas-madiun

Jun
02

Sakit Usus Buntu: Penyebab, Diagnosa, Pengobatan dan Komplikasi

Penyebab

Penyebab Sakit Usus Buntu ini belum diketahui dengan pasti sehingga pencegahannya juga belum diketahui, tapi sebagian besar diperkirakan terjadi akibat tersumbatnya ‘pintu masuk’ menuju usus buntu oleh:

• Tinja.

• Kelenjar getah bening yang bengkak dalam dinding usus. Pembengkakan ini biasanya berkembang setelah terjadi infeksi saluran pernapasan atas.

Penyumbatan tersebut akan menyebabkan terjadinya inflamasi dan pembengkakan. Tekanan akibat pembengkakan akan memicu pecahnya usus buntu.

Diagnosis Sakit Usus Buntu

Gejala-gejala yang identik dengan peradangan usus buntu terkadang hanya ditemukan pada sebagian penderita dan cenderung mirip dengan penyakit lain sehingga sulit didiagnosis. Letak usus buntu pada tiap orang yang bisa berbeda-beda juga dapat mempersulit proses diagnosis. Ada yang terletak di bagian lain, misalnya pada panggul di belakang usus besar atau di belakang hati.

Dokter biasanya akan menanyakan gejala-gejala Anda sebelum mengadakan pemeriksaan-pemeriksaan berikut:

• Pemeriksaan fisik untuk mengonfirmasi rasa sakit pada perut. Bagian di sekitar usus buntu (perut kanan bawah) akan ditekan secara perlahan-lahan.

• Tes darah untuk memeriksa jumlah sel darah putih yang mengindikasikan adanya infeksi.

• Tes urin untuk menghapus kemungkinan adanya penyakit lain, misalnya infeksi saluran kemih atau batu ginjal.

• CT scan atau USG untuk memeriksa usus buntu Anda bengkak atau tidak.

• Pemeriksaan organ intim dan tes kehamilan untuk wanita yang belum menopause untuk menghapus kemungkinan adanya penyakit yang berhubungan dengan organ kewanitaan.

Pengobatan Sakit Usus Buntu

Langkah pengobatan utama untuk Sakit Usus Buntu adalah lewat operasi usus buntu atau yang dikenal dengan istilah apendektomi. Menjalani operasi jauh lebih aman daripada menunggu hasil konfirmasi adanya peradangan usus buntu karena risiko pecahnya usus buntu akan bertambah. Sama seperti semua operasi, apendektomi tetap memiliki risiko seperti terbentuknya infeksi luka operasi serta pendarahan. Tetapi operasi ini memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi dan jarang menyebabkan komplikasi jangka panjang. Ada dua jenis apendektomi yang dapat dilakukan, yaitu operasi laparoskopi dan bedah sayatan terbuka. Keduanya dilakukan dengan pembiusan total. Operasi pengangkatan usus buntu lewat Laparoskopi lebih banyak dipilih, terutama untuk pasien manula atau yang mengalami obesitas. Laparoskopi hanya membutuhkan beberapa sayatan kecil pada perut untuk mengangkat usus buntu. Karena itu, masa pemulihan pasien akan jauh lebih cepat. Pasien biasanya akan diizinkan pulang setelah beberapa hari atau bahkan 24 jam.

Tetapi tidak semua penderita usus buntu dapat menjalani operasi laparoskopi, misalnya karena usus buntu sudah pecah atau infeksinya yang sudah menyebar. Jika ini terjadi, penderita membutuhkan prosedur bedah sayatan terbuka untuk mengangkat usus buntu sekaligus membersihkan rongga perut.

Proses operasi ini membutuhkan masa pemulihan selama satu minggu sebelum pasien diizinkan pulang. Pasien biasanya dapat kembali beraktivitas normal dalam 2-3 minggu, tapi sebaiknya menghindari aktivitas berat setidaknya selama 1,5-2 bulan setelah operasi. Pemantauan masa pemulihan juga sangat penting. Segera hubungi dokter atau rumah sakit tempat Anda dioperasi jika Anda mengalami gejala-gejala infeksi seperti muntah-muntah, rasa nyeri dan pembengkakan yang semakin parah, demam, luka operasi terasa panas, atau ada cairan yang keluar dari luka operasi.

Sakit Usus Buntu juga bisa menyebabkan gumpalan atau benjolan pada usus buntu yang terdiri dari jaringan usus buntu dan lemak. Benjolan terbentuk karena upaya alami tubuh untuk mengobati penyakit ini. Dokter biasanya tidak menganjurkan Anda untuk segera menjalani operasi. Anda akan diberikan antibiotik selama beberapa minggu agar infeksi gumpalan usus buntu berkurang sebelum dioperasi.

Komplikasi Pecahnya Usus Buntu

Sakit Usus Buntu yang tidak diobati memiliki risiko untuk pecah dan dapat mengancam jiwa. Segera hubungi rumah sakit jika sakit perut Anda mendadak makin parah dan menyebar ke seluruh perut. Ini mengindikasikan kemungkinan pecahnya usus buntu yang dapat menyebabkan beberapa komplikasi seperti peritonitis dan abses. Abses merupakan kantong kumpulan nanah yang menyakitkan. Komplikasi ini muncul sebagai usaha alami tubuh untuk mengatasi infeksi akibat usus buntu yang pecah. Penanganannya dilakukan dengan penyedotan nanah dari abses atau terkadang dengan antibiotik. Jika ditemukan dalam operasi, abses dan bagian di sekitarnya akan dibersihkan dengan hati-hati dan diberi antibiotik. Peritonitis adalah infeksi akibat bakteri yang menyebar ke selaput yang melapisi perut bagian dalam atau peritoneum. Gejalanya meliputi sakit perut yang parah dan terus-menerus, muntah, detak jantung cepat, demam, daerah perut yang bengkak, serta napas pendek dan terengah-engah. Komplikasi ini biasanya ditangani dengan pemberian antibiotik dan operasi pengangkatan usus buntu

Semoga kita semua terhindar dari sakit usus buntu ini

RS MOJOSONGO MURAH CEPAT AMAN

Older posts «