Dec
30

Hamil Muda Bukan Alasan untuk Membatasi Aktivitas

pregnant-woman-cooking-photo-420x420-rwallace-_mg_2674

Kehamilan di trimester pertama lumrah membuat ibu sering khawatir. Termasuk salah satunya ketakutan jika terlalu banyak bergerak, akan mengganggu janin yang masih ‘muda’. Akibatnya, tak sedikit ibu yang membatasi aktivitasnya.

Terkait hal ini, dr Alfiben, SpOG mengatakan ibu hamil yang tidak melakukan aktivitas seperti hanya tidur-tiduran dan banyak duduk justru akan menyebabkan kondisi fisik ibu lesu dan tidak sehat. Hal itu pun akan menyebabkan sirkulasi darah pada ibu tidak lancar.

“Ibu nanti kalau lemas dan nggak kuat malah bikin muntah-muntah karena nggak punya tenaga,” ucap dokter yang praktik di RS Permata Depok ini ketika berbincang dengan detikHealth pada Kamis (29/12/1016).

dr Alfiben menjelaskan ibu hamil justru sebaiknya melakukan aktivitas normal seperti biasa karena bisa menyehatkan tubuh. Namun dengan catatan, ibu tidak memiliki riwayat kehamilan yang bermasalah seperti pendarahan atau tekanan darah tinggi.

Melakukan berbagai jenis aktivitas pun dikatakan dr Alfiben tidak harus menunggu ukuran janin membesar. Sebab, pada prinsipnya jenis aktivitas apapun bisa dilakukan sesuai dengan kondisi tubuh ibu sendiri.

“Kalau kehamilan bermasalah ya jangan. Pokoknya menyesuaikan apakah ibu merasa bisa atau tidak, yang penting nggak boleh kelelahan,” sambung dr Alfiben.

Lantas, aktivitas seperti apa yang tidak boleh dilakukan ibu hamil? Menurut dr Alfiben olahraga terlalu berat seperti olahraga lari sebaiknya tidak dilakukan oleh ibu hamil.

“Kalau cuma jalan kaki aja boleh. Malah melakukan pekerjaan sehari-hari nggak apa-apa. Walaupun, memang kondisi kehamilan pada setiap ibu berbeda-beda ya,” pungkas dr Alfiben.

sumber Detik Health

 

RS MOJOSONGO GROUP  MURAH CEPAT AMAN

Dec
14

MENANGGULANGI DIABETES DENGAN TANAMAN

Tampangnya memang manis, bicaranya tak dibuat-buat, dan hmm… penampilannya seksi. Meskipun sebenarnya ia hanyalah sosok yang “gentayangan”. Itulah tokoh sinetron Si Manis Jembatan Ancol yang digemari pemirsa TV. Sebaliknya, orang cenderung takut, benci dan menghindari Si Manis Diabetes Melitus. Pasalnya, ia termasuk penyakit yang bikin orang sengsara.

Si manis ini memang tak buas, asal tidak diberi kesempatan untuk itu. Kalau dibiarkan, dia bisa ulah sehingga mengganggu roda kehidupan orang yang menjadi “inang” nya. Umpamanya, rambut rontok, telinga tuli sebelah, mata kabur, gigi mudah goyah atau lepas, lambung ngambek, ginjal lemah, organ seks lumpuh, urat saraf rusak, sampai penderita gampang terserang TBC dan penyakit jantung koroner. Sebaliknya kalau cepat-cepat di cekal, pengaruh-pengaruh buruk tadi dapat dihindarkan.

Biang keladi penyakit kencing manis terletak pada rombongan hormon insulin yang tidak cukup di dalam tubuh. Bisa karena “produsen” nya, yang disebut kelenjar pankreas, sudah soak. Atau, lantaran jumlah insulinnya sedikit. Padahal, hormone ini bertindak selaku sukarelawan yang memindahkan glukosa dari aliran darah, sebagai tempat penyimpanan glukosa setelah seseorang makan, menuju sel-sel tubuh yang memerlukannya.

Karena insulin tidak cukup, kerjanya jadi tidak efisien, dan glikosa tidak terkirim dengan baik ke dalam sel-sel tadi. Akibatnya, kerja keras mengubah zat makanan menjadi glukosa jadi sia-sia. Keseimbangan kadar gula ( glukosa ) darahpun terganggu. Seharusnya, kadar glukosa darah berkisar 60-120 mg/dl pada saat puasa atau kurang dari 200 mg/dl. Lebih dari itu pertanda si manis sudah datang. Badan jadi lelah dan loyo, sering kencing dan gula darah terbuang percuma lewat air kencing.

Digunakan sejak 1910

Sampai saat ini sudah banyak tanaman yang diketahui mampu melawan kencing manis. Khasiat anti diabetik tersebut telah dibuktikan secara ilmiah ataupun empiris. Bisa disebutkan, memang cukup banyak. Tapi tak semuanya mudah diperoleh. Cuma beberapa yang gampang di cari dan cukup di kenal bagaikan artis beken.

Diantaranya yang tak di sangka-sangka cukup baik bagi penderita kencing manis adalah bawang merah (allium ascalonicum) dan putih (allium sativum) dari penelitian diketahui bawang merah dan bawang putih memiliki sifat hipoglikenik (menurunkan kadar gula darah) dan hipolipidemik (menurunkan kadar lemak darah). Namun, senyawa yang memungkinkannya memiliki sifat itu belum diketahui. Yang pasti, dalam melawan manisnya penyakit ini, bawang putih 10 kali lebih kuat dari pada bawang merah. Karenanya, keduanya dianjurkan digunakan sebagai makanan tambahan bagi penderita diabetes, yakni dimakan sesudah makan. Jumlah yang boleh dimakan tergantung kebutuhan .

Lebih baik lagi, kalau penderita diabetes juga melalap buncis usai makan (pagi, siang, dan malam). Sayuran jenis ini ternyata mempunyai sifat hipoglikemik, hipokolesterolenik (menurunkankadar kolesterol). Dan hipotrigliseridemik (menurunkan kadar trigliserida). Namun, jumlahnya terbatas,yakni 50-200 g (bobot mentah) setiap selesai makan. Pasalnya, sayur ini mengandung kalori dan asam urat cukup tinggi.

Si manis diabetes juga bisa dilawan dengan si pahit buah paria atau pare (Momordica charantia). Pengunaannya untuk melawan diabetes memang masih belum popular di Indonesia. Meskipun begitu, penelitiannya sudah cukup sering dilakukan diberbagai perguruan tinggi. Hasilnya, ada yang memberi harapan ada pula yang tidak. Sementara, di Puerto Rico Kuba, Santo Domingo, paria telah digunakan secara luas sebagai obat tradisional untuk diabetes.

Beberapa orang disana, seperti di kutip Juan A. Pons dan D. Santiago Stevenson dari Presbyterian Hospital, Sam Juan, Puerto Rico, mengakui paria efektif melawan penyakit ini. Dokter yang menggunakanya pun mengungkapkan telah menemukan hasil yang baik setelah mencoba buah jerawatan itu dalam bentuk tunggal atau gabungan dalam melawan kencing manis. Di sebutkan juga, ia membuat diet ketat menjadi tidak terlalu penting. Meski begitu, anda harus tetap hati-hati supatya tidak sampai keracunan hanya karena kelebihan mengkonsumsinya.

Sulit untuk menentukan awal menggunakan flora ini sebagai obat kencing manis. Namun, pernah ada dokter yang praktik di Puerto Rico dan banyak menangani pasien diabetes menyatakan sekitar tahun 1910, orang sudah menanyakan dan membicarakan tentang penggunaan si buah pahit ini.

Di dalam ekstra daun pare yang mengandung alcohol (95 %) di temukan adanya subtansi menyerupai alkaloid. Jumlah alkaloid kasar itu kira-kira 0,038% bobot tepung paria. Dilaporkan pula adanya subtansi yang kemungkinan bersifat hipoglikemik, substansi yang terdiri atas Kristal –kristal, suatu alkaloid, substansi pahit berwarna kuning dan suatu glukosida.

Di Puerko Rico cundeamor, begitu sebutan untuk paria, direbus, lalu airnya diminum 3 kali sehari sesudah makan. Mereka yang tidak menyukai rasa pahit, lebih menyukai tepung daun kering yang di masukan dalam kapsul. Dosisnya 3 kali sehari sesudah makan masing-masing 1-2 kapsul. Dengan cara-cara tersebut, yang dirasakan penderita kencing manis bisa hilang.

Senyawa Mirip Insulin

Bungur (Lagerstromia speciosa) pun diakui mampu melumpuhkan si manis. Di Indonesia, tanaman berbunga ungu ini dikenal sebagai tanaman peneduh. Namun, di Negara tetangga sebelah, Filipina, dia juga beken sebagai tanaman obat.

Efek hipoglikemik bungur bersifat segera, sama dengan yang diakibatkan oleh injeksi insulin. Namun, dalam penelitian Prof. Faustinus Garcia dari Universitas Filipina, tidak ditemukan adanya senyawa tanaman penting yang bersifat hipoglikemik. Dia pun menduga adanya suatu hormon tanaman tersebut yang kerjanya mirip insulin. Sehingga oleh Gracia senyawa hipoglikemik itu disebut dengan “senyawa mirip insulin”. Susunan kimianya memang belum diketahui pasti. Namun, khasiatnya sebagai antidiabetik sudah jelas.

Bagian terbaik untuk obat diabetes adalah daun tua dan buahnya yang sudah masak, karena mengandung “senyawa mirip insulin” terbanyak. Dua puluh gram daun tua atau buah masak yang dikeringkan 1-2 minggu dan direbus dalam 100 cc air (rebusan 20 %) memiliki aktivitas sama dengan 6 sampai 7,7 unit insulin dalam menurunkan gula darah. Sementara, daun “matang”, muda, dan bunga memiliki aktivitas yang berkisar antara 4,4 – 5,4 unit insulin dalam setiap rebusan 20%, kira-kira 70% dari daun tua atau buah tua.

Penelitian Gracia juga menunjukkan pemberian jamu bungur secara oral dengan dosis 1 atau 2 g daun kering per kg BB menurunkan gula darah dari 16-49 mg glukosa per 100 cc darah pada kelinci normal. Penurunan gula darah tersebut relative lebih besar tatkala kadar gula darah awalnya tinggi.

Nah, bila hendak mencoba melawan si manis dengan daun tua bungur, cobalah resep berikut. Daun bungur tua sebanyak 30 g direbus selama 1 jam hingga airnya tinggal 150 ml. Air rebusan tersebut diminum 3 kali 0,5-1 jam sebelum makan.

Duwet (Syzygium cumuni) pun bisa jadi obat penyakit yang menyengsarakan itu. Tanaman yang buahnya menyerupai anggur ini memiliki beberapa varietas. Yang liar disebut duwet kerikil, karena ukurannya sebesar kerikil (dimeternya Cuma 1,5 cm). Namun, yang dibudidayakan ada beberapa varietas, yakni duwet biasa (buahnya biru keungu-unguan), duwet ireng (buahnya hitam), duwet daging (buahnya ungu), dan duwet bawang (buahnya putih).

Daun, kulit kayu, bunga, buahnya, dan bijinya, semuanya bermanfaat. Bahkan di India, ekstrak bijinya diresepkan sebagai obat diabetes. Bila menggunakan biji, yang paling efektif dalam bentuk tepung atau ekstrak cair. Sedangkan kulit kayunya dimanfaatkan dalam bentuk seduhan, ekstrak cair, atau gilingan halus.

Buah matangnya merupakan astringent (zat yang menciutkan) dan dianggap sebagai obat efektif untuk diabetes mellitus. Namun, sayangnya, tanaman yang juga disebut jamblang ini berbuahnya musiman. Bila sedang musim, kita bisa makan buah matang yang segar. Sebaliknya bila tidak musimnya, kia mesti minum jus buahnya, yang sebelumnya mesti dipasteurisasi dan disimpan dalam botol. Tapi jangan makan buahnya terlalu banyak, karena bisa bikin sulut kencing.

Dari penelitian, biji duwet mempunyai kekuatan 5,26-6,14 unit insulin. Biji duwet bawang mampu menyembuhkan gejala-gejala akibat diabetes macam luka yang sulit sembuh. Itu diduga berkat glukosida phytomelin dalam bijinya, yang mampu mengurangi kerapuhan pembuluh-pembuluh darah kapiler, biang keladi luka jadi lama sembuhnya. Biji itu juga mampu menghilangkan gejala lekas cape dan tenaga kurang yang biasa diderita pengidap diabetes. Diduga itu berkat kandungan alfa-phytosterol didalamnya, yakni sejenis sterol yang bersifat anticholesteremik. (mencegah kelebihan kolesterol).

Dilaporkan, dosis menggunakan bijinya 3-4 g/jam atau 3 kali sehari @ 30 g (dalam kapsul). Atau, 7 biji duwet bawang (atau 15 biji duwet biasa) ditumbuk tidak halus lalu direbus dalam 2 gelas air. Air rebusannya, diminum sedikit-sedikit sepanjang hari, bisa 2 atau 3 kali sehari. Cara ini dilakukan sampai gejala cepat lemas tidak ada lagi.

Daun salam (Eugenia polyantha) ternyata juga punya khasiat antidiabetes. Di dalam daun ini terkandung minyak atsiri (berupa eugenol dan sitral), tanin, dan bioflavonoid.

Untuk menjadikannya sebagai obat, daun salam sebanyak 7-100 g direbus dalam 3 gelas air hingga tinggal setengahnya. Airnya disaring dan diminum 3 kali sehari masing-masing setengah gelas. Daun salam bisa direbus ulang sekali lagi esok harinya sebelum menggunakan daun baru.

Lebih Baik Dicegah

Bagaimanapun, penggunaan berbagai tanaman tersebut hanyalah salah satu upaya pengobatan yang sifatnya alternatif. Yang terbaik tentu saja pencegahannya supaya penyakit ini tidak keburu datang. Upaya pencegahan yang cukup penting adalah menghindari kegemukan. Dari penelitian, terbukti lebih dari 80% penderitanya setelah dewasa adalah orang yang mengalami obesitas. Untuk itu perlu dihindari makanan berkdar lemak tinggi, juga yang mengandung pemanis gula murni, misalnya manisan dan sebagainya. Akan lebih baik bila mengkonsumsi makanan berkarbohidrat kompleks. Sekalipun karbohidrat termasuk sumber glukosa, pelepasan gulanya terjadi perlahan-lahan dalm waktu lama. Makanan berserat juga baik untuk mencegah diabetes, sebab serat bisa mengerem masuknya gula ke dalam darah. Dengan begitu kerja insulin tidak terlalu sulit.

Yang tak kalah pentingnya adalah cara makan. Sebaiknya, dibuang jauh-jauh kebiasaan makan sekaligus dalam jumlah banyak. Maksudnya, supaya tubuh tidak kewalahan memenuhi permintaan insulin yang mendadak. Cara terbaik untuk menghindari kejutan-kejutan tingkat glukosa dalam darah adalah dengan makan dalam jumlah merata sepanjang hari. Misalnya, jumlah makan pagi, siang, dan malam dikurangi, tapi diantara jadwal makan itu kita bisa ngemil makanan yang tidak dipantang.

Kalau sudah terlanjur “lengket” dengan Si Manis Diabetes mellitus, kita sudah tak bisa menghindarinya. Disiplin berobat ke dokter, melakukan diet ketat seperti diatas, dan berolahraga dengan porsi tertentu akan memperbaiki kualitas hidup penderita. Bila dirasa perlu, bisa juga dicoba menggunakan tanaman-tanaman obat. (I Gede Agung Yudana)

Majalah Intisari No.399 Oktober 1996

 

 

RS MOJOSONGO MURAH CEPAT AMAN

Nov
15

Kurangi Resiko Kanker Paru

Kanker paru bisa dicegah dengan mengendalikan faktor risiko. Salah satunya dengan menerapkan pola hidup sehat, termasuk menghindari rokok.

Meski memang, ada faktor risiko kanker paru yang tidak bisa dikontrol, di antaranya usia dan riwayat kanker pada keluarga. Demikian disampaikan dr Elisna Syahruddin, PhD, SpP(K) dari RSUP Persahabatan.

“Faktor risiko yang paling bisa dikendalikan itu rokok. Sayangnya, jumlah perokok Indonesia meningkat. Kalau belum merokok, jangan merokok. Kalau sudah merokok, berhenti merokok. Nggak usah pake metode macam-macam, yang penting niat,” kata dr Elisna dalam seminar edukasi ‘Lung Cancer Awareness’ di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Depok, Senin (14/11/2016).

“Nggak ada orang mati karena berhenti merokok. Kalau orang mati karena rokok, banyak,” tambah dr Elisna.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan jumlah perokok di Indonesia meningkat dari 65,6 persen di tahun 2010 menjadi 65,9 persen di tahun 2013. Ditambahkan dr Elisna, dalam asap rokok terkandung lebih dari 40 zat karsinogen.

Lalu, aliran asap rokok menyebabkan iritasi pada saluran napas. Soal pengendalian faktor risiko, dr Elisna mengingatkan jangan lupa untuk menerapkan pola hidup sehat yakni lakukan aktivitas fisik dan atur pola makan untuk hindari obesitas, cukup tidur dan kelola stres.

dr Elisna menambahkan, faktor risiko lain yang dapat dikontrol yaitu hindari paparan asap rokok, polusi, dan jika memiliki penyakit paru kronik, maka rutinlah kontrol ke dokter. Sebab, diungkapkan dr Elisna sebagian kecil kasus TB (tuberkulosis), bisa berkembang menjadi kanker, terlebih jika tidak ditangani dengan benar.

“Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) juga berkaitan. Jadi kalau ada TB, PPOK, rajin rutin kontrol ke dokter ya,” pesan dr Elisna.

sumber: detikHealth

 

RS MOJOSONGO MURAH CEPAT AMAN

Nov
10

Kanker Itu Tidak Datang Tiba-tiba, Sangat Dipengaruhi Gaya Hidup

Masih malas olahraga, sering makan tidak teratur dan merokok? Hati-hati, dokter ungkap risiko kanker sangat dipengaruhi oleh gaya hidup lho.
Seperti disampaikan oleh Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Prof Dr Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, KHOM, FACP, bahwa genetik memengaruhi risiko kanker hanya 5-10 persen. Sementara sisanya yakni sekitar 90-95 persen lebih dipengaruhi oleh faktor lingkungan.
Faktor lingkungan ini sendiri termasuk gaya hidup seperti diet, olahraga dan kebiasaan lain, termasuk di antaranya konsumsi alkohol dan merokok.

“Lingkungan itu sebagian besar pengaruhnya, sementara sebagian kecilnya baru keturunan,” tutur Prof Aru di sela-sela acara program pelatihan deteksi dini kanker serviks pada tenaga kesehatan yang diadakan oleh Garuda Indonesia dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.
Prof Aru menyampaikan bahwa kurang olahraga dan makan berlebihan memegang peranan penting. Kedua hal ini memicu kegemukan dan berat badan berlebihan. Sementara itu, kegemukan bisa menjadi faktor risiko penyakit seperti kanker payudara.

Selain itu, pola makan yang tidak sehat seperti jadwalnya tak teratur serta memilih lebih banyak makanan tinggi lemak juga memengaruhi kondisi pencernaan. Kebiasaan ini membuat asam empedu menjadi tinggi, proses pembuangan feses menjadi lambat, jaringan tumbuh tak terkontrol, hingga berujung pada risiko kanker usus besar.

“Ingat ya, kanker itu tidak muncul begitu saja, ini sangat dipengaruhi oleh gaya hidup kita,” pesan Prof Aru.

Oleh sebab itu, Prof Aru menganjurkan Anda untuk memerhatikan gaya hidup, termasuk pola makan. Pilihlah kebiasaan makan yang baik dan tak ekstrem. Yang terpenting, cukupi kebutuhan kalori, serta hindari berlebihan mengonsumsi gula, garam dan lemak.

“Sayur dan buah dianjurkan konsumsi empat kali sehari. Daging merah boleh tapi jangan sering-sering ya, paling tidak dua kali seminggu. Yang lainnya pilih daging ayam atau ikan saja,” sambungnya.

 

 

 

SUMBER: detik.com

Oct
14

LOWONGAN KERJA RUMAH SAKIT / KLINIK SOLO

Solopos, Kamis, 13 Oktober 2016

Sep
23

Gemuk Turunan Mungkinkan Kurus???

4da26-poin-15Penelitian telah membuktikan bahwa risiko kegemukan dipengaruhi oleh gen. Namun dalam upaya menurunkan berat badan, gen tersebut sama sekali bukan halangan.
Ini terbukti dalam sebuah penelitian ilmiah yang terbit di British Medical Journal. Tidak ada kaitan antara gen obesitas dengan kemampuan untuk menurunkan berat badan. Demikian kesimpulan dari penelitian tersebut, seperti dikutip dari NYdailynews, Kamis (22/9/2016).
Gen gemuk atau gen obesitas yang dimaksud adalah FTO, yang bisa memberikan ekstra 3 kg pada berat badan pemilik gen tersebut. Pemilik gen FTO juga memiliki risiko 70 persen lebih besar untuk mengalami obesitas, yakni kegemukan parah yang ditandai dengan indeks massa tubuh di atas 30 kg/m2.
Namun ketika seseorang ingin menurunkan berat badan dan kemudian gagal, maka bisa dipastikan bahwa kesalahan tidak berada pada gen FTO. Hasil pengamatan pada 10.000 orang memnunjukkan, pemilik gen ini masih bisa menurunkan berat badan sama mudahnya dengan orang-orang tanpa gen FTO.
“Ini berita penting bagi orang yang ingin menurunkan berat badan karena ini berarti diet, aktivitas fisik, maupun program penurunan berat badan berbasis obat, akan bekerja sama baiknya pada orang dengan gen FTO,” kata Prof John Mathers dari Newcastle University yang melakukan penelitian ini, dikutip dari Sciencedaily.
Saat ini diperkirakan ada sekitar 2,1 miliar orang dewasa di seluruh dunia yang mengalami kegemukan maupun obesitas. Orang-orang dengan masalah tersebut rentan mengalami berbagai penyakit kronis yang mematikan, seperti diabetes maupun masalah jantung.

Disadur dari detik.health.com

Sep
06

Makan Ubi jadi Sering Kentut?

 

index ubi jalarKetika makan ubi, baik ubi putih, kuning, dan ungu, salah satu hal yang dikhawatirkan seseorang adalah jika dirinya jadi sering kentut. Memang, hal itu terjadi secara alami dan efeknya tak melulu dialami setiap orang. Seperti penuturan pakar Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor Prof Dr Ir Purwiyatno MSc, sering kentut setelah makan ubi terjadi karena memang karakter pati dari ubi sulit untuk dicerna. Sehingga, di dalam usus akan tumbuh bakteri yang memicu gas hingga terjadi flatulensi (kentut). “Hal ini memang termasuk pendapat umum, sebetulnya nggak selalu makan ubi itu menyebabkan kentut. Pertama, kondisi orang masing-masing beda. Dan di Indonesia sendiri, ada juga beberapa varietas ubi yang jika dikonsumsi nggak menyebabkan masalah itu,” terang Prof Pur dalam Temu Media di Penang Bistro, Pakubuwono, Jakarta Selatan, Senin (5/9/2016).Pada orang yang sensitif, efek sering kentut bisa diminimalkan dengan proses pemasakan ubi. Misalnya direbus, dikukus, bahkan digoreng.

Sebab, dalam kondisi matang pati ubi akan terglutenisasi sehingga lebih mudah dicerna. Kandungan pati baik pada ubi putih, kuning, dan ungu pun dikatakan Prof Pur sama saja. Secara teori, lanjut Prof Pur, semakin lama dimasak maka pati dalam ubi terglutenisasi. Seperti diketahui, penurunan zat gizi tetap terjadi ketika ubi diolah. Sehingga, disarankan untuk mengolah ubi dengan direbus atau dikukus karena pengurangan zat gizi yang terjadi sekitar 30 persen. Proporsinya berbeda ketika ubi digoreng atau dipanggang yang bisa mengalami penuruan zat gizi 40 dan 60 persen. Dalam menyimpan ubi, Prof Pur menyarankan taruh ubi di suhu ruang dan tempat terang. Sebab, kondisi gelap akan menyebabkan tunas tumbuh di ubi. Jika sempat, sesekali jemur ubi karena bisa membuat ubi mengalami proses pengeringan hingga kandungan airnya berkurang, gula meningkat sehingga rasanya lebih manis, dan teksturnya berbeda.”Kalau disimpan begitu bisa tahan sampai satu minggu. Kalau tumbuh tunas, potong saja tunasnya terus sisanya diolah. Kecuali sampai warnanya berubah drastis kemudian baunya busuk ya buang saja, tidak bisa dipakai lagi itu ubinya,” kata Prof Pur.

 

Sumber: detik Health

Sep
01

Mengatasi Rasa Tak Nyaman Pada Lambung

sakit perut

Saat mag kambuh dan asam lambung terasa menjalar naik hingga ke kerongkongan, tentu rasanya sangat tak nyaman. Nah, agar tak kambuhan dan semakin parah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pasien. Apa saja?

Disampaikan oleh dr Errawan R. Wiradisuria, SpB(K)BD dari Rumah Sakit Mayapada, Lebak Bulus, bahwa perut kembung dan asam lambung yang terasa naik hingga menimbulkan rasa nyeri di dada merupakan gejala awal GERD atau Gastro Esophagial Reflux Disease. Jika Anda curiga memiliki kondisi ini, sebaiknya hindari mengonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung gas.

“Hindari juga terlalu banyak konsumsi makanan asam dan pedas. Perbanyak sayuran dan minum air putih jangan lupa,” ujar dr Errawan di sela-sela live chat ‘Usus Buntu dan Masalah Pencernaan’ yang digelar di Kantor detikcom, Jl Warung Jati Barat, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2016).

Untuk memastikan apakah benar Anda mengalami GERD, dr Errawan menganjurkan untuk segera berkonsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam untuk diperiksa USG.

Bagaimana pengobatan pertama jika mengalami kekambuhan GERD? Menurut dr Etra Ariadno SpPD, untuk mengatasi GERD, hal pertama yang dilakukan ialah menetralkan kandungan asam di lambung. “Kalau masih belum terlalu sakit coba makan nasi, nasi kan nggak asam. Lalu kalau masih sakit, bisa diberikan obat-obatan untuk memompa lambung,” ucap dr Etra yang berpraktik di RSAL Dr Mintohardjo

Selain itu, hindarilah mengonsumsi makanan asam pada saat perut masih kosong. Makanan yang dicap asam oleh indra pengecap, artinya asam juga bagi lambung. Beberapa jenis kopi dan buah tertentu memiliki kadar asam yang tinggi, sehingga hati-hati saat mengonsumsinya. Hindari makanan atau tersebut sebelum makan utama.

 

sumber: detik.com

Aug
17

Biasakan Senyum Supaya Panjang Umur

Senyum bukan hanya pemanis wajah. Studi membuktikan memperbanyak senyum bisa membuat seseorang lebih panjang umur dan memiliki hidup yang lebih nyaman.

Dr Suzy Green, pakar psikologi dari University of Sydney, melakukan penelitian untuk melihat efek senyum yang tulus terhadap kualitas hidup seseorang. Partisipan diminta untuk berfoto sambil senyum dan dinilai skor ketulusan senyumnya.a3349c8e1a0e1c16db6eec905f43d871_imresized

Setelah 30 tahun, ditemukan bahwa orang-orang yang difoto dengan senyum tulus memiliki kehidupan yang lebih baik, kualitas hidup optimal dan memiliki umur yang lebih panjang. Menurut Dr Green, hal ini ada hubungannya dengan kondisi mental dan bagaimana seseorang memandang kehidupan.

Baca juga: Mengapa Seseorang Bisa Tertawa Saat Melihat Orang Lain Jatuh?

“Mereka yang dengan mudah mengeluarkan senyum tulus memiliki sikap yang lebih positif terhadap kehidupan. Hal ini membuat mereka lebih jarang stres dan berisiko kecil mengalami depresi, dua hal yang kita ketahui bersama merupakan pangkal dari penyakit di zaman modern,” tutur Dr Green, dikutip dari ABC Australia.

Pakar emosi dan mental, Prof Barbara Fredrickson, membenarkan hal tersebut. Namun ia mengingatkan bahwa hanya senyum tulus yang dapat memberikan manfaat besar, bukan senyum terpaksa atau yang terlalu dibuat-buat.

Penelitian telah menunjukkan bahwa senyum yang nyata hanya dapat dibawa oleh emosi positif yang nyata juga. Jadi dengan senyum yang terpaksa bisa dikatakan Anda juga telah memaksakan otot di sekitar mulut untuk tersenyum dan hal ini hampir tidak memberikan manfaat apapun.

Dr Green juga menyebut senyum merupakan salah satu bentuk dialectical behaviour therapy (DBT) bagi pasien yang mengalami gangguan psikologis. Terapi ini meminta pasien untuk tersenyum, sekecil apapun, ketika terbangun di pagi hari.

Tindakan sederhana ini ternyata memiliki efek besar. Pasien yang menjalani terapi senyum diketahui memiliki kontrol diri yang lebih baik dan terhindar dari emosi-emosi negatif yang bisa memengaruhi proses pengambilan keputusan.

Sumber: http://health.detik.com

RS MOJOSONGO GROUP MURAH CEPAT AMAN

Jul
03

Memilih Obat Kumur Tanpa Alkohol

a3349c8e1a0e1c16db6eec905f43d871_imresized

Menjaga kesehat gigi dan mulut memang sangat penting dilakukan setiap hari. Guna untuk menjaga gigi dan mulut terhindar dari penyakit – penyakit yang dapat merusak gigi dan mulut. Namun untuk menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut tidak cukup hanya dengan menyikat gigi saja, obat kumur jadi penyempurna perawatan sehari-hari. Beberapa kondisi yang disarankan agar menggunakan obat kumur yaitu ; sariawan, karang gigi,dan adanya radang.
Dalam memilih obat kumur yang dijual bebas terbatas memang tidak bisa dilakukan dengan mengujinya lebih dahulu. Karena itu, kalau anda tidak mengalami gangguan tertentu pada rongga mulut, sebaiknya pilih obat kumur dengan kandungan Tanpa Alkohol, Chlorhexidine, Fluoride, Antiplaque, Deodorizing dan Oxidizing, Agents, Oxygenating Agents, Astringents.

Sudah bukan rahasia lagi jika beberapa produk obat kumur atau mouthwash menyertakan alkohol kedalam komposisi produknya. Tentunya bukan tanpa alasan. Kandungan alkohol yang disertakan kedalam produk mouthwash sejatinya diyakini merupakan pembantu komposisi produk lainnya yang terkandung dalam produk obat kumur tersebut, seperti menthol, eucalyptol dan thymol, untuk meresap lebih baik kedalam lapisan gigi. Walau pun ada manfaatnya, tentunya ada juga kekurangannya. Alkohol yang terkandung di dalam produk mouthwash dapat menyebabkan produksi saliva atau air liur terhenti sementara, sehingga mulut terasa kering setelah kita berkumur menggunakan produk mouthwash ber-alkohol tersebut.

Apa efek dari terhentinya produksi air liur di dalam mulut?

Air liur atau saliva diproduksi secara otomatis oleh tubuh tentunya dengan memiliki manfaat, salah satu manfaat dari air liur adalah berfungsi sebagai pengontrol perkembangbiakan bakteri di dalam mulut, sehingga saat saliva mengering atau terhenti produksinya, pada saat itulah pertumbuhan bakteri sangat mungkin untuk meningkat, dan bakteri-bakteri tersebut lah yang menjadi penyebab masalah bau mulut.

Berikut merek dan Kandungan Obat kumur yang bisa di gunakan sehari-hari.

ALPHADINE

Komposisi :
Povidone-iodine.

Indikasi :
Antiseptikdandesinfektanpadaronggamulutdantenggorokan.
Pencegahaninfeksi setelah pencabutan gigiataupembedahanmulut.
Sariawan.

KIN

Komposisi :mouthwash mengandung chlorhexidine 0,12% dan Natrium Fluoride 0,05%.
Chlorhexidine sebagai bahan utama mencegah pertumbuhan mikroorganisme dan bakteri plak, sehingga meningkatkan fungsi jaringan gingiva. Chlorhexidine merupakan jenis antiseptik yang broad spektrum sehingga bisa membunuh bakteri gram positif, negatif, aerob dan anaerob, yeast serta fungi.

Pada pasien rawat ICU, chlorhexidine berfungsi untuk antiseptik di 3 reservoir VAP (Ventilator Associated Pneumonia) yaitu di oral, nasal dan mencegah bakteri dental plak.
Fluoride sebagai bahan sekunder KIN GINGIVAL membuat enamel gigi lebih resisten terhadap aksi pelarutan asam yang dihasilkan oleh plak, memblokir mekanisme terjadinya karies, dan secara bersamaan membuat gigi menjadi tidak terlalu sensitif.

Komposisi :
Chlorhexidine digluconate………………0,12 g
Sodium fluoride……………………………0,05 g
Sodium Saccharin………………………..0,06 g
Exipient s.q.f………………………………100 ml

FORINFEC OBAT KUMUR

Komposisi :
Iodin Povidon.
Indikasi :
Antiseptik lokal.

DACTYLEN KUMUR

Komposisi :
Alkohol 23,1 %, Eucalyptol 0,09 %, Mentol 0,04 %, Metil salisilat 0,05 %, Timol 0,06 %.
Indikasi :
Kebersihan mulut, stomatitis (radang rongga mulut), gingivitis (radang gusi), periodontitis (radang jaringan ikat penyangga akar gigi), faringitis (radang faring/tekak).

GARGLINCOOL & FRESH

Komposisi:
Active ingredients:
Chlorhexidine gluconate……… 0,04 % (w/v)
Sodium Chloride………………… 100 mg
Other ingredients:
Sodium bicarbonate, kollidone, acesulfame-K, menthol, honey liquid, sorbitol, peppermint oil, gliserin, sodium benzoate, perisa lime, brillian blue, tartrazine.

SANORINE

Komposisi :
hyaluronic acid……………..0,1 %

Zat Tambahan :
eucalyptol,methyl salicylate,thymol,menthol,sodium fluoride,sodium soccharin, sodium cydamate,sodium benzoate,eurocert green light,barley mint,sorbitol, alcohol 21,85%,purifed water.

Kegunaan :
mempercepat penyenbuhan sariawan,mencegah radang gusi dan pertumbuhan plak.

H. ALOCLAIR PLUS ORAL RINSE

Komposisi :
Aqua maltodextrin, propylene glycol, polyvinylpyrrolidone (PVP), aloe yera extract, potassium sorbate, sodium benzoate, hydroxyethylcellulose, PEG-40 hydrogenated castor oil, disodium edetate, benzalkonium chloride, aroma, saccharin sodium, sodium hyaluronate, glycyrrhetinic acid.

Indikasi :
Alloclair membantu dalam penatalaksanaan nyeri yang disebabkan oleh iritasi pada mulut: stomatitis aftosa, ulkus aftosa, lesi kecil, termasuk lesi traumatik yang disebabkan oleh kawat gigi dan gigi tiruan yang tidak sesuai. Juga diindikasikan untuk ulkus aftosa difus. Aloclair membentuk selaput pelindung yang melekat pada mukosa rongga mulut dan menghasilkan suatu barier mekanik terhadap daerah yang terkena.

Enkasari Lozenges

Komposisi
Tiap takaran untuk dewasa mengandung :

Sari daun Saga (arbrus Precatorius Folia) : 0,167 %.Setara dengan bubuk  daun kering

Sari Daun Sirih (Piper Betle Folia) : 1,00 %. Setara dengan daun segar

Sari Akar Kayu Manis (Liquiritiae Radix) : 0,044 %. Setara dengan bubuk akar kering

Mentholum : 0,022 %

Sariawan disebabkan oleh gangguan-gangguan pada alat-alat pencernaan. Obat asli Indonesia masih banyak yang belum diselidiki meskipun khasiatnya sudah banyak diketahui. Sebagai contoh dapat dikemukakan daun saga dan akar kayu manis.Kedua obat ini sudah lama digunakan oleh nenek moyang kita sebagai obat sariawan. Meskipun demikian  sampai sekarang  orang  masih bertanya-tanya zat-zat apa dan bagaimana bekerjanya zat-zat yang ada dalam kedua bahan ini.Akhir-akhir ini ternyata bahwa akar kayu manis misalnya, kecuali Glycyrrhizin terdapat suatu zat lain yang bekerja spasmolitik, zat mana masih harus ditentukan identitasnya. Zat ini ternyata efektif untuk menghilangkan gangguan-gangguan dalam lambung dan duodenum (usus dua belas jari).Daun sirih terkenal khasiatnya sebagai antiseptikum. Dalam obat sariawan ENKASARI, antiseptikum ini adalah untuk mencegah superinfeksi, yang mudah timbul pada radang-radang sariawan di mulut kalau dibiarkan tanpa pengobatan.Mentholum menyegarkan, menghilangkan bau dalam mulut serta meniadakan rasa nyeri yang disebabkan oleh radang sariawan. Maka kombinasi daun saga – akar kayu manis – daun sirih – mentholum dalam larutan optimum sangat baik untuk mengobati sariawan.

Older posts «