«

»

Oct
17

Hati Hati, Banyak Obat Ilegal Beredar

Penjualan obat ilegal dan palsu semakin meresahkan. Tak hanya menjajakan produk secara online, beberapa distributor juga merambah ranah sosial media. Untuk melindungi konsumen dari ancaman obat-obat ini, Badan POM melakukan operasi khusus.


Operasi ini disebut Operasi Pangea V dibawah koordinasi International Criminal Police Organization (ICPO) atau interpol. Dalam menjalankan operasi ini di Indonesia, Badan POM dibantu oleh Kepolisian RI, Kejaksaan Agung, Kemenkominfo dan Dirjen Bea Cukai.

Hasilnya, sebanyak 83 situs pemasar obat ilegal dan atau palsu berhasil diidentifikasi. Tak hanya itu, 66 item obat ilegal juga disita dengan nilai keekonomian Rp 150 juta. Uniknya, tren temuan obat ilegal ini didominasi oleh obat disfungsi ereksi, diikuti jenis obat penurun berat badan dan obat peransang wanita.

“Obat-obat ini ilegal karena tidak terdaftar. Untuk bisa dijual di Indonesia syaratnya adalah didafarkan dulu. Tapi nampaknya kalau didaftarkan juga akan ditolak karena kemasannya terlalu vulgar,” kata Lucky S. Slamet, MSc, Kepala Badan POM dalam acara jumpa pers di Aula Badan POM, Senin (8/10/2012).

Di antara website yang diidentifikasi menjual obat ilegal tersebut, sebagian besar menjajakan obat kuat. Kesemua produk yang dijajakan juga tidak memuat izin edar. Sedangkan pada 66 produk yang disita, 40 di antaranya adalah obat disfungsi ereksi dengan kemasan yang bisa dibilang seronok. Sisanya adalah obat penurun berat badan, obat perangsang wanita dan suplemen.

Badan POM akan tetap memantau pemasaran obat ilegal ini dan berusaha mencari pemasok ataupun importirnya. Berdasarkan pemantauan dan beberapa kasus di lapangan, obat-obat ilegal ini memang berasal dari negara tertentu.

Selain itu, Lucky menuturkan bahwa operasi ini dilakukan sebagai peringatan dan memberikan efek jera. Apabila masyarakat sudah mengetahui bahwa obat tersebut ilegal dan dilarang, maka diharapkan penjualannya akan menurun sehingga pasarnya akan menyusut dengan sendirinya.

“Hasil investigasi kami menemukan bahwa jika ada yang konsumen yang membeli dalam jumlah banyak, maka pemasok bersedia membantu membuatkan situs untuk memasarkan obat ilegal. Jadi sistemnya mirip MLM,” jelas Lucky.

Selain ilegal, beberapa obat yang dijajakan tersebut dikhawatirkan memiliki efek samping berbahaya. Misalnya obat pelangsing bisa menimbulkan gangguan jantung, meningkatkan tekanan darah, penglihatan jadi kabur dan gangguan fungsi ginjal.

Untuk lebih memastikan risikonya apabila.dikonsumsi, Badan POM kini juga tengah memeriksa kandungan kimia dari obat-obatan yang telah disita tersebut.

RS MOJOSONGO GROUP selalu menyediakan obat obatan yang teregister di Badan POM RI

RS MOJOSONGO GROUP MURAH CEPAT AMAN

foto & artikel detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>