«

»

May
10

Bahaya Memencet Jerawat

cara-menghilangkan-bekas-jerawat-ampuh Saat muncul jerawat di wajah, beberapa orang tergoda untuk memencetnya. Alasannya jerawat tersebut sudah ‘matang’ sehingga pemencetan akan membuat jerawat lebih cepat sembuh. Padahal umumnya dokter tidak menyarankan Anda untuk melestarikan kebiasaan memencet jerawat.
Dokter kulit dan bedah kosmetik di New York dan Long Island, dr Cameron Rokhsar, mewanti-wanti memencet jerawat bisa merusak kulit. Yang lebih parah, memencet jerawat bisa memicu infeksi dan bahkan bekas luka permanen yang sulit diatasi.
Jerawat sendiri sebenarnya seperti tas yang isinya sebum, bakteri dan sel kulit mati. Karena itu dengan memencet jerawat, maka isi ‘tas’ dipaksa keluar yang akhirnya malah menimbulkan ititasi dan membuat jerawat makin memburuk.
Di dalam jerawat terdapat cairam. Jika jerawat dipencet, cairan ini bisa lebih dalam masuk ke folikel rambut. Inilah yang bisa mengakibatkan infeksi. “Memencet tidak akan menjadikan jerawat jadi kurang terlihat, tapi malah memicu iritasi,” tegas dr Rokhsar.
Sementara dr Michelle Rodriguez, dokter kulit di St Vincent’s Hospital Melbourne menyebut alasan lain agar tidak memencet jerawat adalah untuk menghindari perubahan warna di kulit. Jika daerah yang berjerawat dipencet-pencet maka kulit bisa mengalami penggelapan.
Terkait keberadaan jerawat, dr Rokhsar menjelaskan ada tiga faktor pembentuknya yakni kelebihan minyak, sel kulit mati dan penumpukan bakteri. Pada kulit, terdapat pori-pori yang memungkinkan dilewati keringat dan sebum (zat berminyak yang diproduksi untuk melumasi kulit dan rambut). Jika pori-pori ini tertutup sebum, kulit mati dan bakteri, maka jerawat akan terbentuk.
Hormon juga bisa berpengaruh pada kemunculan jerawat. Misalnya pada seseorang yang sedang pubertas, terjadi peningkatan kadar hormon yang membuat kulit dan rambut jadi lebih berminyak. Karena itu, peluang pori-pori menjadi tersumbat pun lebih besar.
Nah biasanya di usia 20-an tahun, hormon sudah lebih stabil, sehingga peluang tertutupnya pori-pori oleh minyak berlebih juga berkurang. Itu makanya jerawat cenderung tidak sebanyak saat memasuki masa pubertas.
Jadi jika Anda memiliki jerawat, jangan tergoda untuk memencetnya ya. Sesuatu yang putih seperti nasi di dalam jerawat biasanya bisa keluar sendiri tanpa perlu dipencet. Nah, jika jerawat terlihat begitu besar dan menyakitkan ataupun bertambah banyak, ada baiknya berkonsultasi ke dokter. Biasanya dokter kulit bisa membantu menyingkirkan jerawat dengan cara yang aman.
“Dokter bisa memberikan suntikan untuk mengurangi peradangan,” kata dr Rodriguez.
Penanganan jerawat secara medis pun bervariasi, meliputi pemberian obat-obatan, terapi laser, hingga saran untuk mengubah gaya hidup.
Sementara itu untuk penanganan sendiri di rumah, Anda bisa mengandalkan handuk hangat. Ini merupakan tips yang disampaikan Adnan Nasir, MD, PhD, Direktur Dermatologi di Wake Research Associates.
Caranya, rendam lap handuk dengan air panas kemudian tempelkan dengan agak menekan jerawat dengan handuk tersebut selama satu menit di malam hari. Panas yang disalurkan dari lap handuk bisa membantu mencairkan sebum berminyak yang terdapat di pori-pori kulit. Setelah mengompres jerawat dengan air panas, oleskan krim yang mengandung sepuluh persen benzoil peroksida guna membunuh bakteri dan membantu mengeringkan area jerawat.
Langkah selanjutnya, tutup jerawat dengan kasa dan plester. Tujuannya untuk memastikan bahwa benzoil peroksida bisa bekerja dengan maksimal sepanjang malam. Menurut Nasir, keesokan harinya kondisi jerawat bisa lebih baik 50 sampai 75 persen.

http://health.detik.com.

 

1 comment

No ping yet

  1. tiara says:

    Apakah ada tips tertentu untuk mencegah terjadinya jerawat?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>